Rencana Menikah Simoncelli pun Gagal

Rencana Menikah Simoncelli pun Gagal | SEORANG gadis cantik yang seksi dengan baju merah tanpa lengan tampak sangat berduka, dan tak henti menangis di paddock Marco Simoncelli di Sirkuit Sepang (23/10/2011). Perempuan itu Kate Fretti namanya, yang tak lain adalah pacar Simoncelli.
Mereka berencana menikah beberapa bulan mendatang. Sayang, kecelakaan maut yang merenggut nyawa Simoncelli membuat rencana pernikahan itu pun urung terwujud. Dan Kate pun hanya bisa menangis kini.

"Ya, mereka merencanakan ingin membangun sebuah keluarga. Kadang putri saya mengikuti dia (Simoncelli) ke mana pun pergi. Fretti kadang membantunya sebagai staf. Dia senang sekali dengan kehidupan asmaranya bersama Simoncelli," kata ayah Kate Fretti, Maurizio Fretti di Bergamo News beberapa waktu lalu.

Tak cuma mereka berdua, keluarga Fretti juga kadang ikut nonton balapan atas ajakan Simoncelli. Bahkan sampai ke Barcelona. "Istri saya sangat terkesan dengan Simoncelli, kadang kami juga merasa takut menyaksikan balapan di televisi. Semakin hari anak saya sudah memahami dan mengenal kepribadian dia," katanya.

Namun sayang, rencana hidup bersama mereka kandas, Simoncelli begitu cepat pergi meninggalkan Fretti selama-lamanya.

"Mereka sudah bertemu sejak lima tahun lalu di Riccione, dia selalu datang ke sini ke Bagnatica dengan menggunakan mobil. Meski dia pembalap namun saat menyetir dia sangat pelan dengan mobil BMW M3 nya," katanya.

Duka keluarga, dan orang dekat Simoncelli di paddock Sirkuit Sepang disaksikan dengan jelas oleh pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa. Kebetulan, saat kejadian, Pedrosa berada satu paddock dengan keluarga Simoncelli.

Pedrosa menyaksikan bagaimana keluarga Simoncelli menangis. Ibunya yang bernama Rosella, ayahnya bernama Paolo, dan pacar Simoncelli yang bernama Kate menyaksikan langsung tragedi yang menimpa orang yang sangat mereka cintai. Mereka menangis dalam suasana kaget ketika Simoncelli dibawa ke medical center. Cederanya di bagian dada, kepala, dan leher terlalu parah sehingga ia tidak terselamatkan.

"Saya bersama dengan ayahnya dan semuanya berduka, kami semua hanya bisa berpelukan, tak ada lagi yang bisa kami perbuat," kata Pedrosa.

"Semua orang di paddock masih dalam kondisi syok. Beberapa kali kami telah lupa bahayanya olahraga balapan ini, dan saat kita kehilangan orang yang kita cintai semuanya rasanya sudah tidak berarti lagi. Yang jelas, kita semua melakukan apa yang kita sukai, apa yang kita cintai, tapi dalam hari-hari seperti ini semuanya jadi tidak berarti," kata Pedrosa.

Dia menambahkan, "Dalam sebuah tragedi bencana seperti yang terjadi kemarin tak banyak yang bisa dikatakan. Saya hanya ingin memberikan ucapan belasungkawa kepada keluarganya dan juga orang-orang yang sangat mencintai dia," kata Pedrosa.

Pacar Simoncelli, Kate terlihat berubah wajahnya menjadi kelabu saat menyaksikan kecelakaan orang yang dicintainya. Ia kemudian berjalan menyusuri pasir di sisi garasi motor.
Para penonton yang dekat dengan lokasi kejadian juga terenyak menyaksikan tragedi yang membuat Simoncelli terbujur kaku di trek. Rekan setim Pedrosa di tim Honda, Andrea Dovizioso menilai Simoncelli adalah sosok pembalap yang tangguh. "Marco adalah pembalap yang tangguh, dia selalu berusaha keras. Kami sudah membalap bersama sejak kami masih kecil. Saya sering melihat dia berusaha sampai maksimal meski dia merasakan jatuh beberapa kali. Tapi jika dalam kondisi tidak sedang cedera, dia sulit dikalahkan," kata Dovizioso

G+

0 comments:

Post a Comment