Rossi Bicara tentang Kecelakaan Simoncelli

Rossi Bicara tentang Kecelakaan Simoncelli | VALENCIA - Lama tak berbicara panjang tentang kecelakaan maut di Sepang, Malaysia, yang merenggut nyawa Marco Simoncelli, Valentino Rossi akhirnya angkat bicara. "The Doctor" mengakui, insiden tragis tersebut tak terhindarkan dan Simoncelli mengalami nasib buruk.
Saya ingat ketika berada di belakang Colin pada tikungan ini, dan pada momen berikutnya, Simoncelli sudah berada di tengah trek. Itu seperti seseorang menarikmu ke sebuah persimpangan. Tak ada yang bisa kulakukan
-- Valentino Rossi
Rossi termasuk pebalap yang terlibat dalam kecelakaan yang terjadi pada lap kedua di Tikungan 11. Dia bersama Colin Edwards tak bisa menghindar ketika Simoncelli dan motornya meluncur ke jalur sebelah kanan yang dilewati mereka. Meskipun sudah berusaha menghindar, tetapi benturan tak terelakkan, yang membuat Simoncelli akhirnya tewas karena cedera parah pada kepala, leher, dan dada.

Usai peristiwa itu, Rossi merasa terpukul karena kehilangan teman dekat, sekaligus rivalnya di trek. Juara dunia tujuh kali MotoGP ini mengaku, sejak peristiwa tragis di Sepang tersebut, dia menghabiskan banyak waktu bersama keluarga Simoncelli, termasuk ayahnya, Paolo, dan ibunya, Rossella.

"Itu adalah sebuah pekan yang sulit, dan tentu saja momen yang sulit sejak hari Minggu di Sepang. Saya berusaha untuk sebisa mungkin duduk lama bersama Paolo dan semua keluarga Marco, yang mana merupakan teman-teman sangat baik yang kumiliki.

"Juga ibu dan saudarinya, dan rasa di Italia sangat luar biasa karena banyak orang yang mengingat Marco, serta memperlihatkan bahwa begitu banyak orang yang mengikuti dan suka dengan apa yang Marco lakukan di dalam maupun di luar trek. Saya pikir hal itu tidak terlalu penting, tetapi hebat bagi keluarganya.

"Juga dalam momen buruk seperti ini, atmosfirnya sangat hebat karena banyak orang ingin mengatakan 'Ciao Marco'. Menyenangkan bisa berada di sini, di Valencia, dan tentu saja ada perasaan aneh di setiap orang. Tetapi saya pikir, ini adalah cara terbaik untuk mengenang Marco."

Dalam jumpa pers pra-event, Rossi juga berbicara tentang kecelakaan tersebut. Ini untuk pertama kalinya juara dunia sembilan kali grand prix tersebut mengungkapkan apa yang dirasakannya.

Simoncelli kehilangan kontrol motor RC212V tunggangannya di Tikungan 11 pada lap kedua. Mantan juara dunia kelas 250 cc tersebut berusaha keras untuk mengendalikan motor, tetapi hal tersebut justru membawanya masuk ke jalur milik Edwards dan Rossi, yang tak bisa menghindar.

Rossi, yang mengaku sudah melihat video peristiwa tersebut sejak kembali ke rumah dari Kuala Lumpur, mengatakan: "Saya sudah menonton video, dan juga mengecek data motor. Marco sangat besar, dan jauh lebih besar dibandingkan semua pebalap lain, dan dia terlalu menggunakan badannya saat membalap, dan juga ketika bertarung dengan pebalap lain.

"Saya pikir dalam kasus ini, dia berusaha supaya tidak celaka, dan terus melanjutkan balapan dengan menggunakan badannya sehingga tidak jatuh. Tetapi badannya hampir seperti ban ketiga, dan sayang motor tidak jatuh dan kembali ke trek.

"Jujur, dia sedang tidak beruntung, dan kami sudah banyak bekerja untuk meningkatkan keselamatan dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi tipe kecelakaan ini masih menjadi sangat berbahaya, terutama pada lap-lap awal, ketika masih sangat banyak motor yang jaraknya dekat. Sebuah kesalahan seperti ini bisa berakhir dengan kecelakaan yang buruk.

"Saya ingat ketika berada di belakang Colin pada tikungan ini, dan pada momen berikutnya, Simoncelli sudah berada di tengah trek pada sebuah sudut yang mustahil. Itu seperti seseorang menarik anda ke sebuah persimpangan. Tak ada yang bisa kulakukan."

Sebagai penghormatan kepada Simoncelli, banyak hal yang dilakukan pada akhir pekan ini di Valencia. Jika Loris Capirossi memastikan diri akan menggunakan nomor 58 milik "Super Sic", maka Rossi bakal mengenakan helm spesial demi mengenang teman dekatnya tersebut.

Sumber : MCN

key : Pendapat Rossi tentang Kecelakaan Simoncelli

G+

0 comments:

Post a Comment